Rabu, 26 September 2012

Sejarah Negara:Dubai

Sejarah dan Perkembangan Dubai Bermula dari sebuah perkampungan nelayan, Dubai diambil alih pada tahun 1830 oleh suku Bani Yan dari tempat yang subur di liwa dipimpim oleh keluarga Maktoum yang masih memerintah Emirat sampai saat ini. Mata pencarian dilakukan dengan mengembala kambing dan domba, bertani, memancing dan membudidayakan mutiara. Kebebasan bersikap dalam peraturan di Emirat yang dibuat di dubai menarik perhatian para pedagang dari Persia dan India. Dengan datangnya para pedagang dibentukannya pertumbuhan kota yang kemudian dibangunlah pelabuhan di daerah tersebut. Kemerdekaan Emirat sepanjang sejarah di tahun 1971 bersamaan dengan datangnya Abu Dhabi, Sharjah, Ajman, Umm Al Quwain, Fujairah dan ( di tahun 1972) Ras Al Khaimah untuk mendirikan federasi UAE. Penemuan minyak di tahun 1966 dibentuknya perkembangan negara Emirat dengan meningkatkan perekonomian dan prasarana sosial yang berpondasi untuk masyarakat modern sekarang. Banyaknya piutang untuk perkembangan ini dapat membekas pada pandangan peraturan baru-baru ini, HH Sheikh Rasyid bin Saeed Al Maktoum, yang menjamin akan pendapatan yang didapat adalah akibat penyebaran pendapatan yang maksimal. HH Sheikh Maktoum bin Rashid Al Maktoum memerintah secara turun-temurun.
Dengan kekayaan yang melimpah, Dubai menjelma menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Bayangkan, tahun 1991, Dubai masih berupa gurun dan nyaris kosong. Dubai tumbuh dengan pesat dalam jangka 10 tahun dan pertumbuhan itu merupakan yang tercepat sepanjang sejarah. Pada tahun 1959, Syeikh Rashid bin Said al Maktoum meminjam berjuta-juta dolar dari negara tetangganya, Kuwait, untuk mengeruk muara sungai Dubai hingga cukup lebar dan dalam untuk dilayari kapal. Ia segera membangun beberapa dermaga, gudang dan merencanakan jalan, sekolah serta perumahan. Hasilnya, beberapa tahun kemudian Dubai menarik lebih banyak kapal laut dibanding Singapura, lebih banyak modal asing dibandingkan dengan negara-negara Eropa. Dubai didesain dengan sangatmewah, bergaya Manhattan, mempunyai pelabuhan kelas dunia, dan pusat-pusat perbelanjaan yang kolosal dan yang paling penting yang paling menarik minat orang luar adalah, bebas cukai. Putra Syeikh Rashid, Sheikh Mohammed bin Rashid al Maktoum kini memimpin Dubai. Penduduk Dubai memiliki penduduk yang 99% beragama Islam, sementara sisa 1%-nya merupakan turis non-Muslim yang berkunjung ke Dubai. Kota ini merupakan satu-satunya kota yang menerima warga Israel untuk menjalankan bisnisnya di sana. Dubai menerima turis mancanegara tanpa mengenal ras, agama, ataupun bahasa. Rata-rata setiap tahun tak kurang dari 6 juta turis asing berkunjung ke salah satu di antara 7 negara bagian Uni Emirat Arab itu. Padahal luas Dubai hanya berkisar 4.114 km2 dengan populasi penduduk tak lebih dari 1,5 juta jiwa. Itu pun mayoritas penduduk terdiri dari urban asal 100 negara di penjuru dunia. Arus turis itu bukan sesuatu yang mengherankan mengingat banyak perhelatan olahraga kelas dunia, seperti balap mobil F1 dan balap motor MotoGP, digelar di sini.

1 komentar: